Kalaupun dalam segi tim Indonesia masih kesulitan untuk menembus persaingan internasional, baik antarklub maupun antarnegara, hendaknya Indonesia mampu ikut serta dalam segi perwasitan (berikut hakim garis dan inspektur pertandingan).
Akan tetapi dengan mutu wasit seperti ini ya bagaimana mungkin ? Kedudukan Indonesia di dalam peta sepakbola menjadi semakin tidak jelas.
Indonesia tidak dapat lagi meminta (atau memperoleh) jatah representasi wasit/official pertandingan dari FIFA, atas dasar "keterwakilan," di dalam kejuaraan, misalnya Piala Dunia U17, seperti yang diperoleh Vanuatu atau Madagascar. Namun, dalam prakteknya, mutu perwasitan Indonesia "belum pantas" untuk keluar dari "zona keterwakilan" tersebut. Alhasil, perwasitan Indonesia berada pada kedudukan yang tidak jelas, "in the middle of nowhere".